Selama 3 Minggu, 19 Orang India Terjebak di Bandara Dubai

Selama 3 Minggu, 19 Orang India Terjebak di Bandara Dubai

Selama 3 Minggu, 19 Orang India Terjebak di Bandara Dubai – Mirip seperti Movie ‘The Terminal’ pada tahun 2004, para lelaki asal India ini terjebak di Bandara Dubai selama three minggu. Mereka tak tahu kapan dapat kembali ke India.

Dikutip dari protectoracaceres.org , Senin (13/4/2020) sembilan belas orang India terpaksa menginap selama three minggu di Bandara Internasional Dubai. Sebagian besar dari mereka sedang transit di Bandara Dubai dan tak dapat melanjutkan perjalanan karena India menghentikan penerbangan masuk untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Pada tanggal 21 Maret 2020, mereka melakukan pemeriksaan COVID-19 dan hasilnya negatif. Akhirnya para pemuda yang sebelumnya menghabiskan waktu di bangku bandara pun dipindahkan ke IDNPlay Dubai Worldwide Airport Resort pada 25 Maret 2020.

Salah satu penumpang yang tak dapat kembali ke India, Arun Singh mengaku hanya menghabiskan waktu dengan makan dan tidur. “Saya telah makan dan tidur, makan dan tidur sejak mereka menempatkan kami di sini. Saya merasa nyaman tetapi sangat ingin pulang,” kata Singh.

Dia tak tahu kapan dapat memperoleh penerbangan kembali. Per hari, Singh mengaku selalu mengirim pesan ke pejabat konsulat di India. Namun sayang, dia belum memperoleh kabar lebih lanjut.

“Hari ini saya menemukan laporan berita yang mengharukan, yang mengatakan bahwa UEA telah menawarkan kepada orang-orang India yang terjebak di UEA untuk dipulangkan. Saya harap itu segera terjadi,” kata Singh.

Sedangkan penumpang lain yang bernama Deepak Gupta, telah terdampar sejak 18 Maret 2020. Dia khawatir karena istrinya sedang hamil di New Delhi.

“Dia membutuhkanku di sisinya. Sedikit lagi saya menghabiskan waktu satu bulan di bandara. Saya mulai kehilangan harapan,” kata Gupta.

Seperti beberapa orang yang tertahan, Gupta yang terbang ke Dubai dari Eropa akan melanjutkan penerbangan ke New Delhi. Namun, pada malam itu (18/03), dia tak diizinkan naik pesawat karena India memberlakukan larangan pada semua penumpang yang datang dari Eropa.